I used to think that love is kinda ridiculous. A laughable matter. Something I couldn’t fathom. Makanya kalau ada yang ngomongin permasalahan cinta biasanya jadi bahan ledekan saya. Lha buat apa pusing-pusing mikirin hal absurd gitu?
Eeh, sekarang saya kena batunya, ikut merasakan yang selama ini cukup saya jadikan bahan ledekan saja.
I like a girl. That kind of “like”. Which puzzled me till now.
Saya ndak kenal dekat dengan itu cewek. Ngobrol dengan dia saja bisa dihitung dengan jari tangan. In short, I barely knew anything about her. Yet I really like her.
And that bugs me. I couldn’t focus at things I should’ve do because she occupied my mind. So I decided it’s time to take some drastic measures.
I confessed my feeling in front of her. Bluntly.
And boy it worked. Saya sekarang masih mikirin dia, tapi tidak lagi seintensif sewaktu belum membuat pengakuan. Which make me wonder if I really like her. I mean, if I really like her, the confession wouldn’t change how much I think of her. But I do feel really really liked her. Muter-muter deh.
Reaksi dia? Ndak tahu. Saya juga tak terlalu berharap. Cuma orang biasa saya ini. Yang penting saya ndak lagi mbulet nyimpan perasaan.
Eh ya, saya juga mau minta maaf kepada rekan-rekan yang pernah saya ledek soal masalah cintanya. Now that I’m in the same boat with you guys, I can understand a little bit of how this little love problem can lead to major headache.
Dan kok saya merasa saya tidak seharusnya menulis postingan ini. Ah, bodo lah
The post is brought to you by lekhonee v0.7
Like this:
Be the first to like this post.